Senin, 13 April 2009

HARI INI


Ini adalah permulaan bagi hari yang baru. Tuhan telah mengaruniakan hari ini untuk digunakan sebagaimana kita mau. Boleh kusia-siakan, atau tumbuh di bawah sinarnya dan memberikan pelayanan kepada orang lain, tetapi apa yang kulakukan pada hari ini adalah sangat penting, karena aku telah menukarkan sehari hidupku dengannya, bila esok menjelang hari ini akan pergi untuk selamanya. Aku harap aku takkan menyesal dengan harga yang telah kubayar untuknya.


Selamat Hari Paska' Alleluya..Alleluya..Alleluya..!!!

Sabtu, 21 Maret 2009

Hal . Ucapan Terima Kasih.



Bersama ini, kami Keluarga besar Op. Binsar Sinaga datang kehadapan Para sdr/i dimana pun berada, mengucapkan banyak terimakasih atas perhatian dalam bentuk apapun yang kami terima sejak mama (Op. Binsar Boru, boru Sirait) yang dirawat selama 3 malam di RS Adam Malik Medan dan 2 minggu di RS. DR. Pringadi Medan dan sampai kembali kepangkuan Bapa di Surga dengan tenang hari selasa tgl 03-03-2009 pukul 20.20 Wib. Sampai dikebumikan di Hutaginjang Tanah Jawa tanggal 06 Maret 2009 yll. Sungguh peristiwa ini sangat tak terduga, dan sebagai manusia kami sekeluarga tidak siap karena selama pemeriksaan dokter dan perawatan tidak ada kata dari dokter yang membuat hati khawatir karena sakit yang diderita baru diketahui sejak cek up di RS. Adam Malik yaitu adanya batu diginjal maka harus operasi. Dan operasi pada hari senin tgl 02-03-2009 gagal dilanjutkan karena ginjal tersebut bernanah dan fungsi 1 ginjal rusak yang dilihat dalam monitor sesudah alat dimasukkan untuk mendeteksinya, maka nanah harus disedot dulu, dan operasi diputuskan ditunda hari rabu tgl 04-03-2009. Namun sejak dibius, mama tidak sadar kan diri lagi sebagai mana layaknya orang yang pasca operasi melainkan tidur dengan tenang..

Dan kehendak Tuhan tak dapat ditolak karena itu adalah jalan satu-satunya menuju kebahagiaan di Surga meski harus berpisah dengan orang-orang yang dicintai dan mencintainya. Kami sekeluarga masih mengharapkan doa-doa dari para sdr/i, agar kami anak-anak dan cucu-cucu terutama Bapa kami (Op. Binsar Doli) tetap kuat, tabah menjalani hidup kedepan dan yang sekarang tinggal sendirian dikampung.

Teriring salam dan terimakasih kami. GBU'

Atas nama keluarga Op. Binsar Sinaga

Sr. Isabella Sinaga, KSFL

Senin, 16 Maret 2009

Ketentuan Puasa

BERAGAMA DAN BERIMAN:

UNTUK BERSAMA-SAMA MENYEJAHTERAKAN HIDUP

1. Masa Prapaskah 2009 kita mulai pada Hari Rabu Abu, 25 Februari 2009. Selama masa prapaskah itu, sebagai orang beriman Katolik, demi hukum ilahi, kita akan melakukan pertobatan bersama dengan secara khusus meluangkan waktu untuk berdoa, menjalankan ibadat dan karya amalkasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang (bdk. KHK Kan. 1249)[1].


2. Pada Hari Rabu Abu dan Hari Jumat Agung, semua orang beriman Katolik diwajibkan berpantang dan berpuasa; dan setiap Hari Jumat lainnya selama masa Prapaskah diwajibkan berpantang ( bdk. KHK Kan 1251).

3. Penetapan Hari Rabu Abu, Jumat Agung dan hari-hari Jumat lainnya selama masa Prapaska sebagai hari-hari pantang dan puasa adalah aturan minimal dari Hukum Gereja. Adalah suatu tindakan yang patut dipuji kalau setiap keluarga atau komunitas Katolik, setelah melalui pembicaraan dan kesepakatan bersama, melaksanakan pantang dan puasa selama masa prapaskah ini, lebih dari sekedar memenuhi tuntutan hukum yang minimal itu.

4. Yang wajib berpantang ialah semua orang beriman Katolik yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan yang wajib berpuasa ialah semua orang beriman Katolik yang sudah berumur 18 tahun sampai awal tahun ke 60 (bdk. KHK Kan 1252 & Kan 97 § 1).

5. Pantang artinya kita tidak memakan daging dan makanan yang terbuat dari susu dan lemak / daging[2]; sedangkan Puasa artinya kita hanya diperkenankan makan kenyang satu kali dalam satu hari, dengan tidak dilarang untuk makan sedikit pada pagi dan sore hari, sehingga tercapailah makna puasa baik dalam arti kuantitas maupun kualitas (bdk. Paus Paulus VI, Konstitusi Apostolik Poenitemini, 17 Februari 1966 tentang Pantang dan Puasa ).

6. Karya amalkasih yang secara khusus akan kita lakukan selama masa Prapaska merupakan wujud pertobatan bersama demi terciptanya semangat solidaritas bagi sesama. Karya amalkasih itu, salah satunya diwujudkan melalui pengumpulan dana Aksi Puasa Pembangunan (APP). Hendaknya dana Aksi Puasa Pembangunan yang terhimpun itu sungguh merupakan hasil dari pantang dan puasa, tanpa harus menambah Anggaran Belanja Rumah Tangga[3]. Artinya Kotak APP sebaiknya berisi dana yang tidak jadi dibelanjakan karena seseorang / keluarga / komunitas Katolik berpantang dan berpuasa selama masa Prapaska.

7. Setiap umat beriman Katolik yang sudah dibaptis dan dapat menggunakan akal budinya, wajib mengakukan dosa-dosa beratnya sekurang-kurangnya sekali setahun dan bagi yang sudah menerima komuni pertama wajib menyambut Tubuh Tuhan pada masa Paskah, kecuali bila ada alasan wajar, hendaknya dipenuhi pada lain waktu dalam tahun itu (bdk. Kan. 920 dan 989).

8. Tidak ada larangan melangsungkan perkawinan selama masa Prapaska dan juga masa Adven; tetapi sedapat mungkin dihindari pesta meriah yang kurang sesuai dengan suasana tobat (bdk. Statuta Keuskupan Regio Jawa Pasal 136 no. 3).

sumber : (http://keuskupan-purwokerto.net/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=196)

Rabu, 11 Maret 2009

TERIMA KASIH TUHAN

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, ' Ini
adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima'....
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, 'Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya'. Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang
dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun. 'Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih', kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.

'Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?' tanyaku.
' Menyedihkan' , Malaikat-ku menghela napas.
' Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih'.
'Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?', tanyaku.
'Sederhana sekali', jawab Malaikat. 'Cukup berkata, 'Terima kasih, Tuhan' '.

'Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri', tanyaku.
Malaikat-ku menjawab,
'Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup
tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau
lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.

'Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.

'Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.

Juga...... 'Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.

'Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia'.

'Jika engkau dapat menghadiri Gereja atau pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian... maka engkau lebih diberkati daripada 3 milyar orang di dunia.

'Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.


Jika engkau masih bisa mencintai ...
maka engkau termasuk orang yang besar, Karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun

'Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan dari semua (mereka) yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.


'Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih diberkati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang
bahkan tidak dapat membaca sama sekali'.


Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-teman- mu untuk mengingatkan mereka betapa. Diberkatinya kita semua. 'Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu' '.


Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih. 'Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anugerahmu berupa kemampuan membagi pesan ini dan memberikannya aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi'. (dari milis tetanggga)

Selasa, 24 Februari 2009

2 mata 2 telinga 1 mulut

Kita lahir dengan 2 mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu kedepan, pandanglah masa depan kita.


Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.

Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita. Dan apa yang kita pikirkan dalam otak kita jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.

Kita lahir dengan 2 mata, 2 telinga tapi kita Cuma diberi 1 buah mulut. Itu Artinya Kita harusnya lebih mendengar, melihat 2 x lebih banyak daripada berbicara. Berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan. Karena ucapan yang menyakitkan sangat sulit ditarik kembali. Sehingga ingatlah bicara yang perlu tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.

Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.

Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.

(From: cetivasi@yahoogroups.com [mailto:cetivasi@yahoogroups.com] On Behalf Of sasmita@cetivasi.com)

Senin, 23 Februari 2009

Membahagiakan Orang lain.

Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum. Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata, "Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!"

Penjaga kuburan itu menganggukkan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu. Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu
sambil berkata, "Saya Ny . Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya."


"O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara
anak Anda." jawab pria itu. "Apa, maaf?" tanya wanita itu dengan gusar.

"Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang. Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada
di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya," jawab pria itu. Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.

Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.

"Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny. Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka
yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal. Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat
mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia. Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!"

Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri.

(Sumber: Anynomous)

Minggu, 25 Januari 2009

Sepotong Roti (unknown)

Kadang kita bertanya:
Apa yang telah kuperbuat sehingga harus menanggung semuanya ini ?
Mengapa TUHAN membiarkan semuanya ini menimpaku ?

Berikut ini jawabannya ...

Seorang anak perempuan berkata pada ibunya bahwa yang dihadapinya semua tidak baik; Dia gagal di ujian matematika, Kekasihnya pergi begitu saja ... direbut oleh sahabat dekatnya...

Menghadapi kesedihan itu, seorang ibu yang baik tahu untuk mengembalikan semangat anak perempuannya ...
“Ibu membuat kue yang lezat,” katanya sambil memeluk anaknya dan mengajak ke dapur, berharap melihat kembali senyum buah hatinya.

Ketika ibunya mempersiapkan bahan-bahan pembuat kue, anaknya duduk di seberang dan memperhatikan dengan seksama. Ibunya bertanya, “Sayang, kamu mau mama buatkan kue?” Anaknya menjawab, “Tentu ma. Mama tahu aku suka sekali kue.”
“Baiklah...” kata ibunya, “Ini, minumlah minyak wijen.” Dengan terkejut anaknya menjawab, “Apa?!? Gak mau!!!”
“Bagaimana kalau kamu makan beberapa telur mentah?” Terhadap pertanyaan ini anaknya menjawab, “Mama bercanda yah”

“Bagaimana kalau mencoba segenggam tepung panir?” “Gak lah ma ... aku bisa sakit perut.”

Kemudian ibunya melanjutkan, “Bahan-bahan ini belum dimasak dan rasanya tidak enak, tapi kalau kamu sudah mencampur dan mengolahnya bersama-sama .... Ini semua akan menjadi sebuah kue yang lezat !”

Tuhan bekerja dengan cara yang sama.
Saat kita bertanya mengapa DIA membiarkan kita melewati masa-masa sulit, kita tidak menyadari berkat-berkat apa yang tengah DIA siapkan untuk kita.

Hanya DIA yang tahu dan DIA tidak pernah membiarkan kita jatuh. Kita tidak perlu berkutat pada bahan-bahan mentah yang ada, hanya percayalah padaNYA... Dan kita akan melihat sesuatu yang luar biasa terjadi !

TUHAN begitu mengasihi kita...
DIA mengirimkan bunga-bunga cantik di setiap musim semi tiba...
DIA membuat matahari terbit setiap pagi...
Dan tiap saat kita ingin berdoa, DIA selalu ada untuk mendengar !
DIA bisa tinggal di mana saja di alam semesta ini...
Tetapi DIA memilih untuk tinggal di hatimu!


Kirimkan pesan ini pada orang-orang yang dekat di hatimu ...Seperti aku telah mengirimkannya untukmu. Dan aku harap kamu bisa menjalani hari-harimu dengan menyenangkan, seperti “piece of cake”

Selamat Menikmati Hari Yang Indah ! (Pace e Bene' Sr. Isabella, KSFL)